Rincian Indikator IPK
Setiap indikator dilengkapi konsep & definisi, rumus perhitungan, interpretasi capaian, serta atribut pengumpulan data. Gunakan pencarian atau filter dimensi untuk menemukan indikator yang Anda butuhkan.
Konsep & Definisi
Proporsi dari penduduk usia 15 tahun ke atas yang pernah terlibat sebagai pelaku/pendukung pertunjukan seni (seni musik, seni rupa, seni sastra, seni tari, film, seni media, seni teater) dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama ataupun tambahan dalam satu tahun terakhir terhadap jumlah penduduk berusia 15 tahun keatas. Pelaku dan pendukung merupakan tenaga kebudayaan yang bergiat, bekerja, dan/atau berkarya dalam bidang yang berkaitan dengan Objek Pemajuan Kebudayaan. Tidak ada batasan jumlah pelaku/pendukung seni, asalkan dapat menghasilkan suatu karya, dilakukan di suatu tempat khusus, dan bisa dinikmati orang lain. Sumber penghasilan yang dimaksud disini adalah bahwa upah/imbalan dari keterlibatan dalam pertunjukan/pameran/produksi seni oleh responden dianggap sebagai salah satu sumber penghasilan rumah tangga.
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk yang mendapatkan manfaat berupa penghasilan dari aktifitasnya sebagai pelaku/pendukung pertunjukan seni. Nilai indikator yang tinggi menunjukkan bahwa aktifitas kebudayaan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian dan kesejahteraan rumah tangga.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | Susenas Modul |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi dari pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk kegiatan, barang dan jasa kebudayaan (pesta dan upacara/kenduri; hiburan; pengobatan/obat tradisional/jamu) terhadap total pengeluaran konsumsi bukan makanan. Yang termasuk dalam kegiatan, barang dan jasa kebudayaan adalah: 1. Hiburan (tidak termasuk transpor dan pembelian barang untuk rekreasi) -> seni pertunjukan. 2. Keperluan Pesta dan Upacara/Kenduri (Perkawinan, Khitanan, Perayaan hari raya agama, Upacara agama atau adat lainnya, Pemakaman)
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin besar pengeluaran rumah tangga untuk kegiatan, barang, dan jasa kebudayaan yang terdiri dari pesta dan upacara/kenduri; hiburan; pengobatan/persalinan/obat tradisional/jamu. Nilai indikator yang tinggi menunjukkan bahwa semakin banyak rumah tangga yang mengeluarkan biaya untuk pelaksanaan kegiatan kebudayaan
Variabel Pembangun
2) Jumlah pengeluaran konsumsi bukan makananan
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | Susenas Konsumsi Pengeluaran |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi dari jumlah sekolah (SD/sederajat,SMP/sederajat,SMA/sederajat) yang mempunyai guru yang mengajar muatan lokal berupa bahasa daerah atau budaya lokal setempat dan/atau ekstrakurikuler kesenian terhadap total jumlah sekolah (SD,SMP,SMA/sederajat)
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak sekolah yang menjalankan pengarusutamaan kebudayaan di dunia pendidikan melalui pembelajaran muatan lokal
Variabel Pembangun
2) Total Jumlah satuan pendidikan
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | Data Pokok Pendidikan |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi dari jumlah guru (SD/sederajat,SMP/sederajat,SMA/sederajat) yang mengajar bahasa dan budaya lokal terhadap seluruh jumlah guru (SD/sederajat,SMP/sederajat,SMA/sederajat) yang tersedia. Menunjukkan kapasitas SDM pada sistem pendidikan formal dalam mentransmisikan budaya lokal, menjadi dasar kebijakan penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak tenaga pendidik yang menjalankan pengarusutamaan kebudayaan. Pendidikan formal mampu menjamin keberlanjutan muatan lokal melalui tenaga pendidik dan kurikulum yang responsif terhadap kearifan budaya.
Variabel Pembangun
2) Total Jumlah guru
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | Data Pokok Pendidikan; Data Guru yang diampu oleh Kementerian Agama |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Menyediakan gambaran keterlibatan masyarakat dalam pembelajaran budaya secara informal; berguna untuk merancang program dukungan berbasis komunitas.
Interpretasi Capaian
Keterlibatan masyarakat dalam pelatihan seni dan budaya memperkuat ruang belajar alternatif yang mendorong partisipasi aktif serta keberagaman ekspresi budaya. Dengan demikian, pengukuran indikator ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan berfungsi tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai wahana pelestarian dan pengembangan kebudayaan secara berkelanjutan.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 17+
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | Survei Persepsi Kebudayaan |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi rumah tangga yang setuju apabila salah satu anggota rumah tangga tidak keberatan jika ada orang dari suku lain melaksanakan kegiatan dilingkungan sekitar rumah tangga terhadap total rumah tangga
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini menunjukkan bahwa toleransi terhadap perbedaan suku semakin kuat
Variabel Pembangun
2) Jumlah rumah tangga
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi pendudukan usia 10 tahun ke atas yang terlibat pada kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungannya dalam waktu 3 bulan terakhir terhadap jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas. Kegiatan sosial kemasyarakatan adalah kegiatan bersama anggota masyarakat yang bersifat sosial (tidak mencari keuntungan ekonomi), dilakukan di lingkungan sekitar. Kegiatan sosial kemasyarakatan berkaitan dengan keagamaan/kepercayaan, keterampilan, olahraga, gotongroyong, arisan, kematian dan sosial lainnya
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka menunjukkan bahwa penduduk usia 10 ke atas memiliki kesadaran dan keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ini dapat mengindikasikan bahwa budaya gotong royong yang masih dijunjung tinggi di masyarakat tersebut.
Variabel Pembangun
2) Penduduk usia 10 tahun ke atas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi antara jumlah rumah tangga yang merasa aman saat berjalan kaki sendirian pada malam hari di lingkungan sekitar rumah terhadap jumlah rumah tangga dalam setahun terakhir, dinyatakan dalam satuan persen (%)
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini menunjukkan bahwa lingkungan sekitar tempat tinggal memberikan rasa aman terhadap warga disekitarnya
Variabel Pembangun
2) Jumlah rumah tangga
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi jumlah Cagar Budaya (meliputi benda, situs, bangunan, struktur dan kawasan) yang ditetapkan terhadap jumlah objek diduga cagar budaya (ODCB) yang sudah terverifikasi dan tervalidasi
Interpretasi Capaian
Semakin besar nilai indikator ini menunjukkan semakin banyak Cagar Budaya yang dilindungi dan semakin aktif Tim Ahli Cagar Budaya dalam mengkaji Cagar Budaya tersebut
Variabel Pembangun
2) Jumlah objek diduga cagar budaya (ODCB terverval)
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | Data Pokok Kebudayaan |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi persentase jumlah warisan budaya takbenda (WBTb) yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang berwenang terhadap jumlah objek pemajuan kebudayaan (OPK) yang terverifikasi dan validasi
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak objek pemajuan kebudayaan yang ditetapkan menjadi warisan budaya takbenda
Variabel Pembangun
2) Jumlah objek pemajuan kebudayaan (OPK) terverval
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | Data Pokok Kebudayaan |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Perbandingan antara penduduk berusia 5 tahun ke atas yang sering menggunakan bahasa daerah di rumah atau dalam pergaulan sehari-hari terhadap penduduk usia 5 tahun ke atas. Dinyatakan dalam satuan persen (%). Bahasa daerah adalah suatu bahasa yang bersumber dari suatu wilayah/suku/etnis tertentu atau yang dituturkan oleh penduduk wilayah/suku/etnis tertentu. Misal bahasa sunda, jawa, madura, minangkabau, bugis, banjar, bali, betawi, dsb
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk yang masih menggunakan bahasa daerah, hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa daerah masih lestari di masyarakat.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 5 tahun keatas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas yang menonton pertunjukan seni (seni musik, seni rupa, seni sastra, seni tari, film, seni media, seni teater) secara langsung dan tidak langsung dalam 3 bulan terakhir terhadap jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas. Dinyatakan dalam persen.
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini menunjukkan bahwa penduduk usia 10 tahun keatas memiliki ketertarikan untuk menonton pertunjukan seni
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 10 keatas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi penduduk usia 10 tahun ke atas yang pemah mengunjungi tempat/peninggalan sejarah/warisan budaya bersifat kebendaan di Indonesia dalam setahun terakhir terhadap total penduduk usia 10 tahun ke atas. Dinyatakan dalam persen
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk usia 10 tahun ke atas yang menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap sejarah. Ini bisa berarti masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya warisan budaya yang ada di Indonesia.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 10 keatas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Persentase rumah tangga yang dalam 3 bulan terakhir terdapat anggota rumah tangga yang membeli atau menggunakan setidaknya satu produk tradisional sebagai berikut: kerajinan tradisional, busana daerah/tradisional, metode penyehatan tradisional, atau obat tradisional, terhadap total rumah tangga
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk yang masih menggunakan produk tradisional
Variabel Pembangun
2) Jumlah rumah tangga
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi penduduk usia 10 tahun ke atas yang pernah terlibat dalam setidaknya satu pertunjukan/parneran satu seni sebagai pelaku / pendukung dalam kegiatan sebagai berikut: seni musik, seni rupa, seni sastra, seni tari, film, seni media, seni teater atau seni lainnya dalam satu tahun terakhir, terhadap total penduduk usia 10 tahun ke atas.
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk usia 10 tahun ke atas yang terlibat sebagai pelaku maupun pendukung pertunjukan seni dalam waktu satu tahun terakhir.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Proporsi rumah tangga yang menyelenggarakan menghadiri upacara adat (seperti: kelahiran, sunatan, perkawinan, kematian, seremoni terkait keagamaan, panen dan lainnya) terhadap jumlah rumah tangga. Dinyatakan dalam jumlah persen
Interpretasi Capaian
semakin tinggi indikator ini maka menunjukkan bahwa masih banyak rumah tangga yang memegang erat budayanya melalui pelaksanaan upacara adat.
Variabel Pembangun
2) Jumlah rumah tangga
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang dalam satu tahun terakhir pernah melakukan setidaknya satu olahraga tradisional dan/atau permainan rakyat terhadap total jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas. Olahraga tradisional adalah berbagai aktivitas fisik dan/atau mental yang bertujuan untuk menyehatkan diri, peningkatan daya tahan tubuh, didasarkan pada nilai tertentu, dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus-menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, antara lain, bela diri, pasola, lompat batu, dan debus. (UU No 5 Tahun 2017). Olahraga yang dimaksud sebagai berikut Pencak silat, Sepak Takraw, Dayung, Balap Sapi, atau yang lainnya. Permainan rakyat adalah berbagai permainan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, yang bertujuan untuk menghibur diri, antara lain, permainan kelereng, congklak, gasing, dan gobak sodor..
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk 10 tahun ke atas yang masih melestarikan olahraga tradisional.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Mengukur sejauh mana ruang publik mendukung kebebasan berekspresi budaya tanpa rasa takut dan diskriminasi; mencerminkan tingkat inklusivitas sosial terhadap keberagaman ekspresi identitas budaya
Interpretasi Capaian
Menekankan aspek rasa aman dan penerimaan sosial, yang menjadi prasyarat penting bagi kebebasan berekspresi budaya. Tanpa adanya rasa aman dan penerimaan, masyarakat cenderung enggan menampilkan identitas budayanya secara terbuka.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 17+
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | Survei Persepsi Kebudayaan |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Perbandingan antara jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas yang pernah membaca selain kitab suci baik cetak maupun elektronik dalam satu minggu terakhir, terhadap total penduduk usia 10 tahun ke atas, dinyatakan dalam satuan persen (%). Membaca selain kitab suci baik cetak maupun elektronik yang dimaksud disini adalah membaca: koran/surat kabar, majalah/tabloid, buku cerita, buku pelajaran sekolah, buku pengetahuan, atau buku lainnya selain kitab suci (baik cetak maupun elektronik).
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk usia 10 tahun ke atas yang aktifitas
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang mengakses internet termasuk Facebook, Youtube, Instagram dll terhadap total jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas dalam 3 bulan terakhir
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk yang sudah mudah untuk mendapatkan akses internet.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS KOR |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang dalam 3 bulan terakhir pernah mengunjungi perpustakaan (baik fisik maupun digital) atau pernah memanfaatkan taman bacaan masyarakat, terhadap total penduduk usia 10 tahun ke atas.
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini maka semakin banyak penduduk usia 10 tahun ke atas yang pernah mengunjungi perpustakaan (baik fisik maupun digital) atau pernah memanfaatkan taman bacaan masyarakat
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Perbandingan persentase tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan usia 15 tahun ke atas terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja laki laki usia 15 tahun ke atas
Interpretasi Capaian
Semakin tinggi nilai indikator ini (semakin mendekati 100) menunjukkan bahwa tidak ada kesenjangan tenaga kerja perempuan dan laki-laki untuk memproduksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian.
Variabel Pembangun
2) Jumlah tingkat partisipasi angkatan kerja usia 15 tahun ke atas jenis kelamin laki-laki
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SAKERNAS |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Perbandingan persentase penduduk perempuan usia 25 tahun ke atas yang memiliki ijazah minimal SMA/ sederajat terhadap persentase penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas yang memiliki ijazah minimal SMA/sederajat.
Interpretasi Capaian
semakin tinggi nilai indikator ini maka menunjukkan kesetaraan perempuan terhadap laki-laku dalam memperoleh akses pendidikan.
Variabel Pembangun
2) Jumlah penduduk usia 25 tahun ke atas laki-laki yang memiliki ijazah minimal SMA/Sederajat
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | SUSENAS MODUL |
| Satuan Ukuran | Persen |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Konsep & Definisi
Perbandingan jumlah anggota parlemen perempuan terhadap jumlah anggota parlemen laki-laki (anggota DPRD Provinsi untuk level provinsi dan anggota DPR RI untuk level nasional)
Interpretasi Capaian
semakin tinggi nilai indikator ini (semakin mendekati 1) maka menunjukkan kesetaraan perempuan terhadap laki-laki dalam memperoleh akses politik.
Variabel Pembangun
2) Jumlah anggota parlemen jenis kelamin laki-laki
Metode / Rumus Perhitungan
Atribut Pengumpulan Data
| Sumber Kegiatan | BPS (Statistik dalam angka) |
| Satuan Ukuran | Rasio |
| Waktu Rilis | Tahunan |
| Level Estimasi | Nasional, provinsi |
| Akses Umum | Ya |
| Publikasi | Website IPK dan eBook IPK |
Indikator tidak ditemukan
Coba gunakan kata kunci pencarian yang lain atau ubah pilihan dimensi.